Worldviews - Pandangan berbeda

 Terlintas begitu saja kenapa dalam beberapa obrolan bersama teman saya menemukan bahwa saya tidak punya posisi yang jelas. Apa karena saya tidak paham? atau memang saya bingung dengan posisi tersebut. Akhirnya saya menyadari bahwa itu adalah perbedaan sudut pandang sehingga titik tengahnya tidak bertemu. Contoh kasus pada hal hal seperti buku atau film, umumnya orang akan melihat melalui sudut pandang apakah ini film yang bagus? apakah itu buku yang bagus? namun saya cukup sulit untuk menjawab itu karena terbiasa untuk melihat isinya bukan bagaimana emosi mempengaruhi "sesuatu" tersebut. 

Pada kasus buku ketika terdapat pertanyaan apakah akhirnya buku itu merupakan buku yang bagus? saya melihat buku bukan dari bagus atau tidaknya, tapi sudut pandang apa yang mereka bawa. Bisa saja itu menjadi bagus atau tidak karena kita tidak dapat menangkap sudut pandang tertentu? bahkan jika sudut pandang itu sudah di nyatakan dalam buku tersebut bisa jadi kita yang gagal untuk melihat sudut pandang yang menjadi sebuah pelajaran. Bagaimana jika subjek pembacanya yang terlalu "bodoh" bukan bukunya yang salah. Apakah jika itu buku yang buruk maka ia dapat terjual ribuan bahkan jutaan exemplar?. Apakah jika itu buku yang baik maka dia harus merubah hidup?. 

Tentu saja ini menjadi sebuah perdebatan. Apakah pandangan ini menjadi pandangan yang benar atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, saya menyadari bahwa perbedaan pandangan yang saya miliki ini menjadi bagian dari transisi saya kemasa dewasa yang disebut emerging adulthood oleh arnett. Dalam penelitiannya :"Emerging Adulthood: A Theory of Development From the Late Teens Through the Twenties" saya baru menyadari bahwa yang beliau maksud dengan worldviews adalah perbedaan paradigma dalam melihat dunia, saya belum tau lebih dalam bagaimana orang lain melihatnya. Tapi saya menemukan saya berbeda di beberapa bagian. Bukan masalah benar dan salah, hanya berbeda. 

Also, research on emerging adults' religious beliefs suggests that regardless of educational background, they consider it important during emerging adulthood to reexamine the beliefs they have learned in their families and to form a set of beliefs that is the product of their own independent reflections (Arnett & Jensen, 1999; Hoge, Johnson, & Luidens, 1993).

Pertanyaan selanjutnya yang perlu ditanyakan adalah bagaimana itu terbentuk di masing masing individu? terutama pada diri saya sendiri? apakah memang karena orang tua? atau porsi lebih besar pada organisasi? menjadi sebuah pertanyaan menarik untuk digali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcoming Remarks